…TUGAS GRAFIK KOM dan PENG PENCINTRAAN…

the incredibles famz

THE INCREDIBLES

Sutradara Brad Bird – Produser John Walker
– Penulis Brad Bird – Pemeran Craig T. Nelson, Holly Hunter, Sarah Vowell, Spencer
Fox, Jason Lee, Brad Bird, Samuel L., Jackson, Elizabeth Peña – Musik
oleh Michael Giacchino – Sinematografi Andrew Jimenez, Patrick Lin, Janet Lucroy
– Penyunting Stephen Schaffer – Distributor Buena Vista Pictures – Rilis 5 November,
2004 – Durasi 115 menit. – Negara Amerika Serikat – Bahasa Inggris, Perancis

 


Kita telah melihat aksi seru dari keluarga Incredible, dahsyatnya pesawat canggih Stealth, kisah menggelitik sekelompok binatang dalam Madagaskar dan kompaknya Fantatics Four yang sangat mempesona. Semua itu terjadi karena teknologi perfilman yang mampu mengubah mission impossible menjadi possible; yang tidak lain merupakan kerja keras dari tim computer graphic di balik layar. Sebenarnya apa sih yang disebut ‘Computer Graphic Art’ itu? ‘Computer Graphic Art’ adalah seni membuat sebuah karya seni disain dengan menggunakan media digital yaitu komputer. Atau yang lebih dikenal dengan sebutan CGI (Computer-Generated Imagery). Teknologi CGI memberikan kualitas grafis yang tinggi dan efek yang terjaga dari metode konvensional. Ini membuat gambar yang dihasilkan lebih bagus dan terlihat seperti nyata.
Toy story, The Incredible, dan Monster Inc, Ice Age, Madagascar hanyalah beberapa dari sederet judul film animasi (produksi pixar-walt Disney) yang sukses menggunakan efek khusus CGI dalam pembuatannya. Dalam film animasi modern semua pengerjaannya dilakukan melalui komputer, tidak ada lagi yang menggamabr karakter dengan tangan dan memerlukan kertas yang bertumpuk-tumpuk hanya untuk menampilkan satu gerakan dari karakter tersebut. Komputer mewujudkan berbagai fantasi para pembuat film animasi.
Kesemua efek tersebut tidak terlepas dari proses digitalisasi oleh komputer. Namun bantuan komputer dalam perkembangan film tidak berhenti sampai situ saja. Komputer juga membantu memudahkan kerja para editor film. Alih-alih mengerjakan editing secara linear yang membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak, saat ini para editor film dapat menggunakan komputer untuk mengedit dengan mudah. Metode non-linear editing membuat editor dapat melakukan edit pada sebuah film dengan waktu, tenaga dan biaya yang lebih hemat.

Lebih lanjut, kita akan bahas Film produksi Pixar tahun 2004, THE INCREDIBLES.

The incredibles adalah film pertama Pixar pertama yang bertokoh utamakan manusia yang disutradarai Brad Bird. Sebelum menyutradarai film ini, Brad Bird dikenal sebagai sutradara dari film animasi The Iron Giant yang sukses di mata kritik – tetapi kurang sukses secara komersial. Pilihan Pixar menunjuk Brad Bird sebagai sutradara tidak salah karena kualitas film The Incredibles tetap bermutu tinggi seperti kebanyakan film Pixar lainnya.
The Incredibles berkisah soal kehidupan keluarga mantan superhero. Menceritakan bagaimana kerusakan yang sering ditimbulkan oleh para superhero dalam aksi menghentikan kejahatan kemudian berbalik membuat para superhero dibenci oleh publik. Pada akhirnya, para superhero yang dikucilkan dan dituntut publik pun menghilang satu demi satu. Salah satunya adalah Bob Parr yang dulu berkarir sebagai Mr Incredible (disuarakan oleh Craig T Nelson). Sementara istrinya, Helen, dikenal sebagai Elastica (disuarakan oleh Holly Hunter). Mereka punya tiga anak Violet, Dash, dan Jack Jack. Seperti ortunya, mereka juga punya kekuatan dan sayangnya enggak boleh dipergunakan karena bisa membahayakan keselamatan keluarga. Namun Bob akhirnya enggak tahan juga untuk mempergunakan kembali kekuatannya ketika dia mendapat tawaran pekerjaan dari seseorang yang misterius. Dan tanpa diketahuinya ternyata tawaran itu adalah pancingan untuk membunuh diri dan keluarganya.
Ketika menontonnya pertama kali pada tahun 2004, saya merasa bahwa kualitas animasi The Incredibles luar biasa. Tingkat realismenya ketika tengah terjadi perang di hutan benar-benar memanjakan mata dan Pixar seakan sengaja memilih setting hutan untuk pamer kemampuan teknologi mereka. Bagaimana tidak, animator harus bersusah payah hanya untuk menghasilkan 2 detik gerakan perhari. Proses animasi menjadi lebih sulit karena seorang character/tokoh dalam film harus dianimasikan oleh sebuah tim yang beranggotakan lebih dari 5 orang. Untung saja cerita dalam The Incredibles tidak melulu sarat pada aksi. Hampir setengah dari durasi film dihabiskan oleh Bird untuk menyempurnakan dunia dalam The Incredibles dan memperkenalkan kita pada karakter-karakter di dalamnya (terutama dalam keluarga Parr sendiri). Menyaksikan bagaimana sulitnya para superhero yang memiliki kekuatan khusus berpura-pura normal saya percaya adalah bagian terbaik dari film ini. Bukan berarti aksinya sendiri tidak bagus. Sebaliknya dari semua film Pixar, The Incredibles lah yang paling sarat aksi (namanya juga film superhero!) dan hampir setiap adegan aksinya memiliki koreografi yang keren. 😀

Oleh :

Winda Nofrita, Risaldi Mawan Santana, Yurio Hermawan. 3KA06.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s